Lā Ilāha Illallāh
Dalilnya:
- Firman
Allah ta'ala,
﴿شَهِدَ ٱللَّهُ
أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا
بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ﴾
"Allah menyatakan bahwa
tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, demikian pula para
malaikat dan orang-orang yang berilmu, yang menegakkan keadilan. Tidak ada
sesembahan yang berhak disembah selain Dia Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Ali 'Imran: 18)
- Firman
Allah ta'ala,
﴿فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ
لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ﴾
Maknanya:
لا معبود
بحق إلا الله
"Tidak ada sesembahan yang benar dan berhak
diibadahi selain Allah."
Rukunnya:
1. Penafian (لا إله)
Artinya, meniadakan seluruh bentuk ibadah kepada segala
sesuatu yang disembah selain Allah.
2. Penetapan (إلا الله)
Artinya, menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata
tanpa sekutu.
Dalil:
Firman Allah ta'ala,
﴿فَمَن يَكْفُرْ
بِٱلطَّٰغُوتِ﴾
"Barang siapa mengingkari thaghut..." Ini adalah penafian.
﴿وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ﴾
"...dan beriman kepada Allah..." Ini adalah penetapan.
﴿فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ
بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا﴾
Begitu pula firman Allah ta'ala tentang Nabi Ibrahim,
﴿وَإِذْ قَالَ
إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ﴾
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah." Ini adalah penafian.
﴿إِلَّا ٱلَّذِى
فَطَرَنِى﴾
"Kecuali (Allah) yang telah menciptakanku." Ini adalah penetapan.
﴿فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ﴾
"... karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah
kepadaku.” (QS. Az-Zukhruf: 26–27)
Kapan ucapan "Lā ilāha illallāh" bermanfaat?
Ucapan tersebut bermanfaat apabila seseorang:
1. Mengetahui maknanya.
2. Mengamalkan konsekuensinya, yaitu:
- meninggalkan
ibadah kepada selain Allah,
- hanya beribadah kepada Allah semata.
Syarat-syarat "Lā ilāha illallāh":
Ucapan ini tidak bermanfaat kecuali apabila seseorang
memenuhi delapan syarat, yaitu:
1. Ilmu (العلم)
Yaitu mengetahui makna kalimat tauhid, baik penafian maupun penetapannya.
2. Yakin (اليقين)
Yaitu mengucapkannya dengan keyakinan penuh bahwa Allah
sajalah yang benar-benar berhak disembah.
3. Ikhlas (الإخلاص)
Yaitu memurnikan seluruh ibadah hanya kepada Allah dan tidak
memalingkan sedikit pun kepada selain-Nya.
4. Jujur (الصدق)
Yaitu mengucapkannya dengan hati yang membenarkan apa yang
diucapkan lisan.
5. Cinta (المحبة)
Yaitu mencintai Allah, Rasul-Nya, kalimat tauhid, dan
seluruh kandungannya.
6. Tunduk (الانقياد)
Yaitu beribadah kepada Allah semata, tunduk kepada
syariat-Nya, beriman dan meyakini bahwa syariat tersebut adalah benar.
7. Menerima (القبول)
Yaitu menerima kandungan kalimat tauhid berupa mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya.
8. Kufur terhadap segala yang disembah selain Allah
Yaitu berlepas diri dari seluruh bentuk peribadahan kepada
selain Allah dan meyakini bahwa semuanya batil.

0 Komentar