Header Ads Widget

Lā Ilāha Illallāh


Lā Ilāha Illallāh

Dalilnya:

  1. Firman Allah ta'ala,

﴿شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ﴾

"Allah menyatakan bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, demikian pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu, yang menegakkan keadilan. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Ali 'Imran: 18)

  1. Firman Allah ta'ala,

﴿فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ﴾

"Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.(QS. Muhammad: 19)



Maknanya:

لا معبود بحق إلا الله

"Tidak ada sesembahan yang benar dan berhak diibadahi selain Allah."




Rukunnya:

1. Penafian (لا إله)

  Artinya, meniadakan seluruh bentuk ibadah kepada segala sesuatu yang disembah selain Allah.

2. Penetapan (إلا الله)

    Artinya, menetapkan bahwa ibadah hanya untuk Allah semata tanpa sekutu.


Dalil:

Firman Allah ta'ala,

﴿فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ﴾

"Barang siapa mengingkari thaghut..." Ini adalah penafian.

﴿وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ﴾

"...dan beriman kepada Allah..." Ini adalah penetapan.

﴿فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَا﴾

"...maka sungguh ia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus." (QS. Al-Baqarah: 256)


Begitu pula firman Allah ta'ala tentang Nabi Ibrahim,

﴿وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ﴾

"Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah." Ini adalah penafian.

﴿إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى﴾

"Kecuali (Allah) yang telah menciptakanku." Ini adalah penetapan.

﴿فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ﴾

"... karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.” (QS. Az-Zukhruf: 26–27)




Kapan ucapan "Lā ilāha illallāh" bermanfaat?

Ucapan tersebut bermanfaat apabila seseorang:

1. Mengetahui maknanya.

2. Mengamalkan konsekuensinya, yaitu:

    • meninggalkan ibadah kepada selain Allah,
    • hanya beribadah kepada Allah semata.



Syarat-syarat "Lā ilāha illallāh":

Ucapan ini tidak bermanfaat kecuali apabila seseorang memenuhi delapan syarat, yaitu:

1. Ilmu (العلم)

    Yaitu mengetahui makna kalimat tauhid, baik penafian maupun penetapannya.

2. Yakin (اليقين)

  Yaitu mengucapkannya dengan keyakinan penuh bahwa Allah sajalah yang benar-benar berhak disembah.

3. Ikhlas (الإخلاص)

   Yaitu memurnikan seluruh ibadah hanya kepada Allah dan tidak memalingkan sedikit pun kepada selain-Nya.

4. Jujur (الصدق)

   Yaitu mengucapkannya dengan hati yang membenarkan apa yang diucapkan lisan.

5. Cinta (المحبة)

    Yaitu mencintai Allah, Rasul-Nya, kalimat tauhid, dan seluruh kandungannya.

6. Tunduk (الانقياد)

    Yaitu beribadah kepada Allah semata, tunduk kepada syariat-Nya, beriman dan meyakini bahwa syariat tersebut adalah benar.

7. Menerima (القبول)

   Yaitu menerima kandungan kalimat tauhid berupa mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya.

8. Kufur terhadap segala yang disembah selain Allah

    Yaitu berlepas diri dari seluruh bentuk peribadahan kepada selain Allah dan meyakini bahwa semuanya batil.


Referensi: Kitab Tauhid Muyassar

Artikel: masjidmfulad.blogspot.com

Posting Komentar

0 Komentar